PERJALANAN HIDUP DITENTUKAN OLEH KARMA MASA LALU, BILA BANYAK BUAH KARMA BURUK, MAKA AKAN BANYAK MENEMUI KESULITAN (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira) BERBUAT KEBAJIKAN PADA KELUARGA TERUTAMA ANAK ADALAH DENGAN MENJADI TELADAN DAN PANUTAN (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira) DALAM HIDUP INI TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN, YANG ADA HANYA TIDAK BERUSAHA, KARENA DALAM HIDUP INI SEGALANYA MUNGKIN ADANYA (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira) HIDUP INI SELALU BERUBAH, BILA DIKONDISIKAN MENYENANGKAN HARUS BISA MENGINGATKAN DIRI SENDIRI UNTUK SELALU BERBUAT KEBAJIKAN LAGI (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira) PERBUATAN SESEORANG TERGANTUNG SIFAT, WATAK DAN JATI DIRINYA (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira) MANUSIA YANG BIJAKSANA, HARUS BISA MENEMPATKAN DIRI AGAR LEBIH BERUNTUNG (Maha Bhiksu Dutavira Sthavira)

PENGERTIAN TENTANG BUDDHA, DHARMA, SANGHA

1. ARTI BUDDHA

Buddha adalah suatu Gelar Kesempurnaan yang artinya :

Dia yang telah sadar sendiri dan mampu menyadarkan orang lain yang berjodoh denganNya, Dia yang telah memperoleh pencerahan sempurna. 

Agama Buddha berasal dari India, diajarkan oleh Sakyamuni Buddha, 623 tahun sebelum Masehi Beliau dilahirkan sebagai seorang putra mahkota dari kerajaan Kapilavastu, bernama Pangeran Siddhartha Gautama, berasal dari suku Sakya. Beliau adalah seorang yang penuh welas asih, cerdas dan rupawan, seorang calon Buddha mempunyai 32 ciri-ciri bagus dan unik.

Sebagai seorang manusia, Pangeran Siddhartha memperoleh semua impian duniawi yang dicita-citakan manusia biasa. Harta benda, kekuasaan, keluarga, nama baik semua telah dimilikinya, hidupnya benar-benar sangat menyenangkan. Walaupun beliau dilimpahkan harta dan tahta duniawi yang sangat baik itu, akan tetapi beliau tidak lupa diri, karena beliau adalah Maha Bodhisattva yang datang dari Surga Tursita.

Pada suatu hari beliau melihat orang sakit, orang tua dan orang yang telah meninggal dunia, lalu beliau menjadi sangat sedih, dan merenung mengapa manusia tak dapat menghindari sakit, usia tua dan kematian ? Mengapa manusia tidak bisa selalu bahagia? Pada suatu hari setelah Beliau melihat seorang pertapa yang terpancar ketenangan dan ketentraman di wajahnya, maka beliau bertekad mencari jawaban atas misteri hidup dan kehidupan ini.

Akhirnya pada usia 19 tahun beliau meninggalkan istana dan pergi bertapa, selama 6 tahun belajar dengan berbagai guru, akan tetapi apa yang beliau dapat dari para guru tidak memuaskannya, karena tidak dapat membebaskan manusia dari penderitaannya. Kemudian Beliau pergi bertapa dalam berbagai cara bertapa, dengan cara menyiksa diri selama hampir 6 tahun lamanya, bersama lima orang pertapa lainnya di hutan Uruvilva.

Setelah sekian lama bertapa dengan cara menyiksa diri, tetap tidak menemukan apapun yang Beliau cari, sampai pada suatu ketika kondisi badannya sangat lemah, dikarenakan menyiksa diri dengan hanya memakan beberapa butir nasi setiap hari sehingga pada suatu ketika Beliau terjatuh dan pingsan di tepi sungai. Setelah siuman dan diberi minum air susu kambing oleh pengembala Nanda, barulah tenaganya perlahan-lahan pulih kembali. Akan tetapi, dengan tidak menjalankan puasa lagi maka ke 5 pertapa lainnya menganggap Siddhartha Gautama telah gagal dalam pertapaan, sehingga mereka kecewa dan meninggalkannya.

Dengan demikian pertapa Siddhartha mulai kembali bertapa dengan caranya sendiri, akhirnya pada saat bulan Purnama Siddhi di bulan Waisak (menurut catatan aliran Mahayana pada hari ke 8 bulan 12 penangggalan Lunar / Cap Jie Gwe Ce Pe), Pangeran Siddhartha mencapai pencerahan sempurna menjadi Buddha pada usia 31 tahun, (menurut catatan Theravada 35 Tahun) , selama 49 tahun Beliau membabarkan Dharma (menurut Theravada 45 tahun), dan pada usia 80 tahun Beliau memmasuki Maha Parinirwana. Selama 7 hari 7 malam api dinyalakan untuk membakar jasad-Nya, akan tetapi ternyata jasad-Nya tidak dapat dibakar, akhirnya setelah menitipkan Jubah Emas-Nya kepada Maha Kasyapa Arhat untuk diberikan kepada Maitreya Buddha, dari tubuh Sakyamuni Buddha keluar api Jhana yang membakar badan jasmani yang lapuk dan memasuki alam NIRWANA. Buddha ada Buddha masa lalu yaitu AMITABHA BUDDHA, Buddha masa sekarang yaitu SAKYAMUNI BUDDHA, dan Buddha masa yang akan datang yang diramalkan Sakyamuni Buddha yaitu MAITREYA BUDDHA.

2. ARTI DHARMA

Dharma adalah Ajaran yang dibabarkan oleh Hyang Buddha setelah Beliau mencapai Penerangan Sempurna. Selama 49 tahun (menurut catatan Theravada 45 tahun), yaitu mengenai RAHASIA KESUNYATAAN HIDUP MANUSIA DAN ALAM SEMESTA, yang tercatat dalam KITAB SUCI AGAMA BUDDHA. Kitab suci Agama Buddha disebut Tri Pitaka Yang artinya 3 keranjang yang terdiri dari tiga bagian yaitu:

1.Sutra pitaka (berisi Ajaran Hyang Buddha)

2.Vinaya pitaka (berisi peraturan-peraturan)

3.Sastra pitaka (risalah/ komentar), 

pada sekte Theravada disebut Abhidhamma. 

Cara menulisnya terdiri dari 12 bagian :

*   Khotbah yang disesuaikan dengan keadaan para pendengarnya.

*   Syair dalam Sutra, terutama dciam Samyukta Nikaya.

*   Syair-syair pendek (Dhammapada).*   Menerangkan hubungan sebab akibat, terutama dalam Abhidhamma.

*   Sutra yang didahului denga kata "Demikianlah yang telah dikatakan oleh Sang Bhagava" (Dibaca oleh Ananda Arhat).

*   Cerita kehidupan lampau Hyang Buddha sewaktu sebagai Bodhisattva.

*   Semua Sutra yang berhubungan dengan Keajaiban.

*   Cerita kehidupan para siswa terkemuka Hyang Buddha.

*   Sutra yang berbentuk tanya jawab untuk menguji hasil pencapaian seseorang.

*   Ungkapan rasa gembira akibat pencapaian batin yang lebih tinggi.

*   Sutra yang diuraikan panjang lebar, yang menerangkan Jalan KeBodhisattvaan atau Dharma Bodhisattva.

*   Kotbah tentang ramalan-ramalan atau perumpamaan- perumpamaan.

Pada mulanya Tri Pitaka ditulis di atas daun lontar dan diletakkan di dalam 3 buah keranjang. Kemudian kurang lebih 400 tahun setelah Hyang Buddha Parinirvana, barulah Tri Pitaka baru disajikan dalam bentuk tulisan.

Sebelum dituliskan, Ajaran Buddha dihafalkan berupa kanon pada setiap upacara, baik dalam bahasa Pali maupun dalam bahasa Sansekerta. Pembacaan Dharma pada konsili pertama dilakukan oleh Arhat Ananda, dan Vinaya dibacakan oieh Arhat Upali. Untuk selanjutnya Dharma dan Vinaya dihafalkan oleh Bhiksu-Bhiksu senior yang ahli di bidangnya. Dengan demikian keaslian dan kemurnian Ajaran Hyang Buddha tetap dapat dipertahankan.

INTI POIN HYANG BUDDHA adalah ;

TIDAK MELAKUKAN PERBUATAN JAHAT

PERBANYAK PERBUATAN KEBAJIKAN

SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN

Yang tertuang dalam HUKUM KARMA / HUKUM SEBAB AKIBAT

PRAKTEKNYA harus dengan JALAN MAHAYANA yaitu :

 Maitri Karuna Landasan Kebodhiaan Sad Paramita pedoman penghayatan Membalas 4 budi besar Menolong 6 alam tumimba/ lahir Melaksanakan Tekad Bodhisattva. 

MEWUJUDKANNYA, untuk bisa mewujudkan dan melaksanakan Ajaran Buddha, kita harus mulai membina diri dengan berpedoman  pada LIMA PINTU PENGHAYATAN DHARMA MEMASUKI TANAH- SUCI SURGA SUKHAVATI.

catatan : Empat Pedoman Perlindungan Penghayatan Dharma dalam Mahayana :

1.Sendiri beruntung dan membagi keberuntungan kepada orang lain.
2.Berlindung pada kebijaksanaan, tidak berlindung pada pengetahuan (Berlindung pada pengertian yang sesungguhnya, tidak berlindung pada pengertian bahasa).
3.Berlindung kepada Dharma, tidak berlindung kepada manusianya.
4.Berlindung kepada Yang Maha sempurna , tidak berlindung kepada yang tidak sempurna.

 

Sepuluh Tekad Bodhisattva :

1.Menghormat dan memuliakan dengan sungguh-sungguh hati kepada semua Buddha

2.Menyampaikan pahala dan kebajikan para Buddha

3.Melatih diri dengan melakukan persembahan kepada para Buddha dan berdana.

4.Malu, menyesal dan bertobat yang sedalam-dalamnya atas perbuatan yang buruk (akusala Karma)

5.Bergembira, mengikuti dan membantu perbuatan yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak

6.Memohon dan mengundang berputarnya roda Dharma.

7.Mengharapkan Buddha berdiam di dunia ini/mengharapkan memperoleh kesadaran dalam kehidupan

8.Selalu melaksanakan hidup sesuai dengan Ajaran Hyang Buddha.

9.Selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan demi mengabdi untuk kepentingan makhluk lainnya.

   10. Membagi kebahagiaan ini kepada semua makhluk ini kepada semua makhluk/ Mengembangkan jasa ke sepuluh alam (Dasa Dharmadhatu) yaitu :

    • Buddha-dhatu
    • Bodhisattva-dhatu
    • Sravaka-dhatu
    • Manusya-dhatu
    • Deva-dhatu
    • Asura-dhatu
    • Naraka-dhatu
    • Preta-dhatu
    • Triyak-dhatu
    • Pratyka-dhatu

 

Empat Tekad Penghayatan :

1.Dengan tekad kemauan dan usaha sendirilah kami dapat menolong diri sendiri.

2.Dengan tekad kemauan dan usaha sendirilah kami dapat memutuskan / melenyapkan penderitaan (karma buruk).

3.Dengan tekad kemauan dan usaha sendirilah kami dapat menghayati kesunyataan Dharma.

4.Dengan tekad kemauan dan usaha sendirilah kami dapat sampai tercapai Jalan KeBuddhaan).

 

3. ARTI SANGHA

Sangha adalah persaudaraan suci para bhiksu/ bhiksuni, yang terdiri dari sekurang-kurangnya 5 Bhiksu/ ni. Sebagai umat Buddha yang saleh, kita wajib menghormati dan memberikan dukungan kepada Tri Ratna, baik itu berupa dukungan moril maupun materiil.

Sangha terdiri dari 2 bagian :

*    Arya Sangha Bhiksu atau umat awam yang telah mencapai tingkat kesucian disebut : 

DASA BHUMAYAH BODHISATTVA terdiri dari : Bhiksu, Bhiksuni, Shramanera, Shramaneri, Upasakha, Upasikha. 

*    Samurti Sangha, sangha yang sedang membina diri (belum suci), terdiri dari :

  • Yang baru pertama kali menjalankan Sila Bhiksu.
  • Yang kelahiran lalu sudah pernah menjalankan Sila Bhiksu, saat ini melanjutkan lagi.
  • Yang sungguh-sungguh menjalankan Sila Bhiksu.
  • Yang telah membuktikan hasil pelaksanaan Sila Bhiksu. 

Add comment


Security code
Refresh

Make Your Donations

BCA ACC. 485 026 2255 

a/n

PERKPL MAJABUMI TANAH SUCI

Kegaiban Ajaran Buddha

Bagi teman-teman se-Dharma yang pernah mengalami kegaiban Buddha-Dharma dalam perjalanan hidup Anda, kirimkan kesaksian Anda ke: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sertakan Nama dan Alamat. (Confidential / Dirahasiakan bila dikehendaki).

Umat Bertanya Suhu Menjawab

Silakan kirim pertanyaan Anda ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Jangan lupa sertakan identitas diri